Title :
Misunderstanding
Author :
Aquamarine
Cash :
Jongkey
Genre : (?) Rahasia
FF ini terinspirasi dari MV SG wannabe,
judulnya partner life ato apa gitu *lupa XD. Pertama kali liat MV nya pengen
mewek, ceritanya daleeeeemm banget *emang sumur. Kekeke. Alurnya sangat mirip,
jadi saya hanya mengalih ceritakan menjadi bentuk FF tapi ada beberapa moment
yang saya kembangkan. Penasaran?? bagaimana jadinya bila ceritanya dengan
pairing jongkey *haseeek. Silahkan dinikmati, di tunggu komen dan kritikan yang
membangun ^^ gomawo.
Author POV
“Yeoboseyo?” ucap seorang namja berkulit coklat, masih
terbaring dengan mata tertutup di ranjangnya. Menggeliat kecil dan mengerjapkan
mata, berusaha menyesuaikan dengan silau cahaya yang masuk dalam pupil matanya.
Tiba-tiba ia mengubah posisi tubuhnya yang semula tidur langsung terduduk di
tepi ranjang, seolah mendapat telepon penting. Wajahnya nampak serius menyimak
pembicaraan, sesekali dahinya mengernyit namun akhirnya senyum licik menghiasi
sudut bibirnya yang tebal.
“Akhirnya aku mendapatkan pekerjaan” gumamnya setelah memutus
sambungan telepon. Ia beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang
masih menyisakan bau alkohol. Tepat sekali, kemarin malam, ia bersama
teman-temannya melakukan pesta di sebuah kedai kecil di seberang stasiun. Apa
lagi kalau bukan pesta sesama namja pengangguran.
Beberapa menit kemudian namja itu keluar dari kamar mandi
dengan keadaan bersih. Kulit kecoklatan miliknya nampak sexy berbaur dengan
beberapa tetes air yang belum sepenuhnya terseka oleh handuk kecil yang
melingkar di lehernya. Ia beranjak ke almari pakaian, memilih sejenak.
Pilihannya jatuh pada T-shirt putih dan jeans belel warna biru. Ia tak punya
cukup uang untuk membeli pakaian yang modis untuk menunjang penampilannya. Walau
bisa dikatakan wajahnya cukup tampan, tapi apa daya ia seorang pengangguran.
Mana ada yeoja yang meliriknya?? Bukankah yeoja jaman sekarang matrealistis??
Ck, jonghyun, nama namja tersebut jengah dengan kondisinya saat ini, ia ingin
mengubah hidupnya. Hal inilah yang membuatnya bekerja serabutan, apapun, asal
memperolah uang untuk menyambung hidupnya beberapa waktu mendatang. Termasuk
dengan ‘pekerjaaan’ yang baru ia sepakati tadi. . .
**********
Saat ini jonghyun sedang duduk di dalam mobil, disamping kemudi.
Beberapa temannya sesama pengangguran duduk di belakangnya dengan tongkat di
tangan. Pandangan mata jonghyun menyapu sekitar area parkiran sebuah gedung
yang sepi, hingga ia dapati sosok yang dicarinya sedang berjalan beriringan
dengan salah seorang namja lain menuju mobil black audi miliknya.
“Sudah ketemu, lakukan tugas kalian” ucap jonghyun menoleh
pada teman-temannya yang berada di belakang, di sambut dengan anggukan dan
seringaian khas namja nakal.
Jarak mobil mereka hanya beberapa meter. Teman-teman jonghyun
pun keluar dengan tongkat di tangan masing-masing, mendekat kearah target.
Jonghyun mengikuti dari belakang. Sepertinya keberadaan gerombolan ini disadari
oleh target, terbukti kedua namja itu terlihat terkejut dan mundur beberapa
langkah. Tanpa di komando, gerombolan itu mengangkat tongkat mereka memukul
mobil itu berulang ulang hingga beberapa bagian rusak. Spionnya patah dan kaca
depan mobil pecah.
“Yak, apa yang kalian lakukan!!” teriak seorang namja
jangkung bermata belok, yang merupakan target sesungguhnya. Matanya melotot
melihat mobil kesayangannya hancur karena ulah preman-preman sialan itu.
Sedangkan namja satunya, namja cantik itu berdiri di belakang tubuh namja
jangkung seolah meminta perlindungan. Tangannya mencengkeram erat tas yang ia
bawa, matanya menyiratkan rasa takut.
“Apa yang kalian inginkan?!” bentak namja jangkung itu lagi.
“Dia” ucap jonghyun seraya berjalan kedepan, menampakkan diri
setelah beberapa saat keberadaannya terabaikan karena keributan yang diciptakan
oleh anak buahnya.
Arah pandang jonghyun menatap intens mata namja cantik yang
berada di belakang punggung namja jangkung itu. Hal ini membuat namja cantik
itu semakin ketakutan. Wajahnya mendadak pucat. Tubuhnya bergetar menahan rasa
takut. Jonghyun pun dapat melihat setitik air di sudut matanya yang tajam.
Namja jangkung itu menoleh sebentar kearah namja cantik di belakangnya,
kemudian kembali berbalik menatap jonghyun dengan tatapan horor.
“Ada masalah apa kau dengannya?!” tanya namja jangkung dengan
mata melotot.
“Ah anniya, kami tidak ada masalah dengannya. Tapi kami
membutuhkannya” ucap jonghyun santai menunjukkan smirknya.
“Kau! kau yang bernama minho kan?” tanya jonghyun sambil
mengangkat dagunya kearah namja jangkung tersebut.
“Kenapa kau bisa mengenalku?” tanya namja jangkung yang
bernama minho sedikit penasaran.
“Hahahaha, siapa di korea ini yang tidak mengenal Jaksa muda
berbakat seperti mu eum? Jaksa yang sedang naik daun karena berhasil
menjebloskan beberapa oknum pejabat ke hotel prodeo karena beberapa kasus
seperti korupsi?” terang jonghyun, tertawa sedikit melecehkan.
“Lalu apa hubungannya dengan key?” tanya minho lagi, terlihat
semakin bingung dengan kondisi saat ini.
“Key??” jonghyun mengernyit, keadaan berbalik, kini ia yang
terlihat sedikit bingung.
“Ne, bukankah tadi kau bilang menginginkannya?” tanya minho,
melirik sekilas kearah namja di belakangnya yang masih terdiam seribu bahasa.
“Akh, jadi namja cantik itu bernama key? Nama yang indah,
serasi dengan pemiliknya” ucap jonghyun berbalik menatap kearah namja di
belakang minho, yang tak lain bernama key.
“Baiklah aku rasa cukup perkenanlan kita, senang bertemu
dengan mu!” ucap jonghyun lagi, kini wajahnya mendadak dingin.
“Bawa dia!” perintah jonghyun pada anak buahnya, menunjuk
kearah key.
Key yang merasa disebut namanya semakin terlihat panik, kini
tangannya berganti mencengkeram jas yang minho kenakan. Minho pun membuat
pertahanan dengan memasang kuda-kuda, siap bertarung. Tapi terlihat jelas di
wajahnya sedikit rasa takut. Sementara jonghyun sendiri terlihat tak peduli,
ketika anak buahnya menarik paksa dan menyeret key kedalam mobil. Sementara
beberapa lainnya, sedang menghajar minho dengan tongkat yang dibawa. Jonghyun
hanya menyeringai, ketika minho tergeletak tak berdaya dengan pelipis sobek dan
beberapa bagian tubuhnya membiru terkena pukulan. Jonghyun mendekat kearah
minho lalu berjongkok dan berkata, “aku akan menjaga kekasihmu untuk sementara
waktu”. Kemudian berdiri, meninggalkan minho begitu saja.
**********
Saat ini di sebuah rumah yang tidak terlalu besar, sesosok
namja cantik sedang duduk di sebuah kursi dengan sebelah tangannya terkait
borgol yang menempel pada pegangan kursi yang ia duduki. Mulutnya terlakban.
Pandangan matanya kosong, terlihat pasrah dengan keadaan yang ia alami saat
ini. Sementara itu sesosok namja lain terlihat masuk kedalam rumah dengan
membawa beberapa makanan di kantong plastik.
“Makanlah” ucap namja yang tak lain adalah jonghyun, sembari
melempar bungkusan yang berisi nasi dan daging, setelah sebelumnya melepas
lakban di mulut key.
Key hanya diam, tak berniat menyentuh makanan itu sedikit
pun. Jonghyun yang menyadari itu pun, hanya memasang wajah masam. Dari kemarin
namja cantik itu, tak mau memakan apa pun yang diberikan jonghyun padanya.
Bahkan ketika jonghyun berusaha menyuapinya, key tak mau membuka mulutnya. Hal
ini membuat jonghyun emosi dan marah. Selalu, bila ia tak berhasil membujuk key
untuk makan ia selalu mengamuk, membanting benda-benda yang berada di
sekitarnya. Sepertinya key sudah terbiasa, ia tetap tenang, bahkan ia berani
melihat jonghyun yang sedang mengamuk, tapi satu yang tidak berubah
pandangannya kosong bahkan terkesan dingin.
“Yak! Apa maumu hah! Apa kau tak suka dengan makanan yang aku
bawa untuk mu!” teriak jonghyun tepat di hadapan key.
“Aku bahkan menghabiskan uangku untuk membeli makanan mahal
itu!” teriak jonghyun lagi, sembari tangannya meremas rambutnya frustasi.
“Baiklah, aku tak akan peduli lagi padamu. Terserah kau akan
mati kelaparan. Tapi apa kau tak pernah berfikir, bagaimana perasaan kekasihmu
bila kau mati sekarang??” tanya jonghyun masih dengan nada tinggi.
“Kekasih??” untuk pertama kalinya key mengeluarkan suara,
semenjak kemarin menjadi korban penculikan jonghyun. Terlihat tak mengerti arah
pembicaraan jonghyun.
“Kau bicara?? Syukurlah, aku kira kau bisu” cibir jonghyun.
“Ne, bukankah namja jangkung yang bersama mu waktu itu adalah
kekasihmu?” ucap jonghyun, sambil merebahkan tubuhnya keatas kasur sempit
miliknya.
Key terlihat terkejut dengan jawaban yang diberikan jonghyun.
Tapi ia berusaha terlihat tenang, ia mengalihkan pandangannya keluar jendela,
seolah sedang berfikir sesuatu. Entahlah.
**********
Langit di luar terlihat semakin gelap. Mungkin beberapa saat
lagi, butiran air akan jatuh ke permukaan bumi. Membawa bau harum khas tanah
basah. Dengan gemericik air yang terdengar merdu seperti instrument lagu
kehidupan. Jonghyun masih sibuk di dalam dapur, sesekali terdengar suara ribut
seperti benda terjatuh. Key masih setia dengan kebisuan yang ia bawa sejak
kemarin, walaupun pada kenyataannya tadi ia sempat berbicara sedikit. Sesekali
ia menoleh kearah dapur, penasaran dengan apa yang dikerjakan namja yang telah
menculiknya, jonghyun. Beberapa saat kemudian jonghyun keluar membawa sebuah
panci dengan uap mengepul, dan meletakkan di meja yang berada beberapa langkah
di hadapan key. Ia pun duduk dan mengambil sumpit yang tak jauh darinya.
“Langit di luar sangat gelap, mungkin sebentar lagi akan
hujan. Malas sekali keluar membeli makanan, lebih praktis membuat ramen” jelas
jonghyun entah pada siapa.
Ia pun mulai memakan ramen dalam panci itu, mengambil dengan
sumpit dengan tutup panci sebagai tadahan. Terlihat sangat menikmati. Key hanya
diam, tak berniat menanggapi perkataan jonghyun. Hingga beberapa saat indera
penciumannya terusik dengan bau harum ramen yang di buat jonghyun. Key pun
menoleh, terlihat mengamati jonghyun yang sedang menikmati makanannya. Wajahnya
menatap lurus kearah panci berisi ramen, sesekali terlihat menelan ludahnya.
Jonghyun yang merasa diperhatikan segera menoleh ke tempat key berada,
dilihatnya wajah key yang polos mengedipkan mata seolah menginginkan ramen yang
dibuatnya.
“Kau mau??” tanya jonghyun menahan tawa, ketika mendapati
namja cantik dihadapannya berusaha dengan susah payah menutupi rasa malu dan
laparnya.
**********
Dilain tempat, disebuah penjara. Dalam ruang tertutup,
terdapat 2 orang namja sedang duduk berhadapan dengan kaca besar sebagai
pembatas.
“Apa kau sudah melaksanakan rencana mu hyung?” tanya seorang
namja bermata sabit pada sosok namja bermata elang.
“Ne nae dongsaeng, kita bisa menjalankan rencana itu besok”
jawab namja tersebut.
“Bagus, namja sialan itu tak punya pilihan lain selain
membebaskan aku dari tempat menjijikan ini” ucap namja bermata sabit itu sambil
tertawa dengan ujung bibir terangkat keatas, seperti smirk.
**********
Keesokan harinya, pukul 10 pagi.
Sesosok namja tampan tengah tertidur pulas diatas ranjang
king size miliknya. Diwajah tampannya terlihat beberapa luka lebam yang telah
berubah menjadi biru keunguan. Sudut bibirnya sobek, begitupula keadaan
pelipisnya yang tak beda jauh. Ia menggeliat perlahan, ketika dirasa HP miliknya
bergetar dan berdering membuyarkan fondasi alam mimpinya. Perlahan membuka mata
dan meraih HP yang berada di sampingnya, di atas meja nakas.
“Yeoboseyo” ucap namja itu mengawali pembicaraan, menekan
tombol virtual berwarna hijau.
“Apa kabar Minho-shi? Apa tidurmu nyenyak eum? Bagaimana
kondisi mu saat ini, apakah sudah baikan? Aku dengar 2 hari yang lalu kau
mengalami musibah, hingga harus mendapat beberapa jahitan di wajahmu yang
tampan. Hahaha” ucap seseorang dari seberang line telepon.
“Siapa kau!” tanya namja tampan itu, yang tak lain adalah
minho sembari membenahi posisi duduknya.
“Aku Lee Joon, kau mengenalku kan?” tanya namja bernama Lee
Joon berbasa-basi.
“Apa yang kau inginkan?” tanya minho to the point, sepertinya
mengenal namja itu dengan baik.
“Jangan berpura-pura bodoh, kau tau apa yang aku inginkan.
Bebaskan adik ku, dan aku akan membebaskan kekasihmu itu. Tunggu. .jangan
bilang kau melupakan keberadaannya. Akh, kau namja yang kejam. Tapi tenang,
kekasihmu itu aman dalam lindungan kami, selama kau mau bekerja sama. Hahaha”
terang namja itu panjang lebar.
“Besok adalah sidang terakhir, aku harap kau lebih bijak
dalam memutuskan. Masih ada waktu seharian ini untuk mu berpikir mana yang
terbaik. Satu hal yang perlu kau ingat, kami tak pernah main-main. Nyawa
kekasihmu dalam kendali kami” ucap namja itu lagi, dengan tertawa terbahak-bahak.
“Klik” merasa geram, minho memutus sambungan telepon secara
sepihak. Kini ia beranjak bangun, dan terduduk di tepian ranjang. Tangannya
terkepal. Wajahnya mendadak memerah menahan amarah yang siap meledak.
“Ada apa hyung?” tanya sesosok namja imut yang tiba-tiba
muncul dari arah belakang punggungnya, memeluk mesra dan bergelayut manja di
bahu kekar miliknya.
“Anni, baby. .apa yang kau lakukan eum? Kenapa bangun,
tidurlah kembali” jawab minho sedikit terkejut, tapi kemudian ia memberikan
senyum terbaik untuk sang baby-nya.
“Aku mendengar mu sedikit berteriak, karena itu aku
terbangun” jelas namja itu sambil bergelayut manja dan menyenderkan kepalanya
pada bahu sang kekasih.
“Akh mianhae taeminie, aku terbawa emosi. Ada kasus yang
harus segera ku selesaikan. Sebagai permintaan maaf bagaimana kalau nanti aku
belikan susu pisang untuk mu eum?” tanya minho berusaha membujuk, tak lupa
mengecup pucuk kepala namja yang bernama taemin.
Tak ada jawaban, tapi kedua namja itu saling memeluk dan
tersenyum seolah membagi kehangatan untuk meyalurkan rasa cinta dan kasih di
antara keduanya.
**********
Dilain tempat,
“Belikan aku baju baru, sudah 2 hari aku tidak mandi dan
berganti pakaian, badan ku gatal dan bau” ucap seorang namja cantik dengan
sudut mata yang tajam, pada sosok namja yang tengah menyuapinya, jonghyun.
“Kau pikir aku bodoh?? Pasti kau mau melarikan diri!” jawab
jonghyun cepat, sesekali mencuri pandang kearah key. Sudah 3 hari ini mereka
tinggal bersama, jonghyun merasa ada yang aneh pada jantungnya. Ketika ia
bertatapan mata dengan key, jantungnya selalu berdetak lebih kencang. Aliran
darahnya memompa lebih cepat. Mata kucingnya mampu menghipnotis kesadaran
jonghyun untuk sementara. Karena itulah, dengan susah payah jonghyun selalu
menghindari kontak mata dengan key, tapi kerap ambil kesempatan untuk mencuri
pandang kearahnya.
“Dasar pabo! Menurut mu bagaimana caraku melarikan diri bila
sebelah tanganku terborgol dengan kursi??” cibir key, mengerucutkan bibir pink
nya, yeppeo.
Jonghyun tertegun beberapa saat melihat kelakuan namja cantik
itu, namun dengan segera mengalihkan pandangannya agar key tidak menyadari
kegugupannya. Kemudian ia melihat kondisi key, sebelah tangannya masih
terborgol dengan kursi kayu miliknya yang lumayan besar, jadi mana mungkin
tubuhnya yang kurus itu melarikan diri dengan membawa serta kursi itu? Jonghyun
berpikir sejenak, memprediksi segala kemungkinan resiko yang akan ia tanggung
jika key melarikan diri. Bukan karena ia takut di hajar ‘orang’ yang telah
membayarnya untuk menculik key, tapi ia takut jika key melarikan diri ia tak
akan punya kesempatan untuk melihatnya lagi. Sungguh, mungkinkah ini yang
dinamakan jatuh cinta?? jonghyun pun sibuk dengan pikirannya sendiri. Key yang
melihat wajah bingung jonghyun pun mengibaskan tangan di hadapannya.
“Hey dino pabo! Apa kau masih berpikir?? Bagaimana mungkin
kau sebodoh itu??” ledek key.
“Yak kau, tak bisakah kau tak menghina ku!!” bentak jonghyun
yang membuat key terlonjak kaget.
“Mianhae, aku tak bermaksud membentak mu” ucap jonghyun lagi,
menunduk seakan merasa bersalah.
Beberapa saat suasana hening, namun tiba-tiba terdengar suara
cekikikan dari seorang namja yang tak lain adalah key. Jonghyun pun
mendongakkan kepala, merasa aneh dengan kelakuan namja cantik itu.
“Apa ada yang lucu?” tanya jonghyun bingung, menatap key
polos.
“Apa kau tau, kau tak pantas menjadi seorang penculik” jawab
key singkat, masih berusaha menahan tawanya.
“Mwo??” jonghyun terlihat semakin bingung, keningnya
mengkerut.
“Aku merasa seperti sedang tidak diculik, bagaimana tidak?
Kau selalu membujukku untuk makan, membelikan makanan yang enak-enak bahkan mau
menyuapiku seperti saat ini. Aku sadar, terkadang sikap ku sangat menyebalkan,
tapi aku heran kenapa kau sangat bersabar eum? Apa ada penculik sebaik dirimu? kekeke”
terang key panjang lebar, berusaha menyeka airmata yang keluar dari salah satu
sudut matanya yang tajam karena terlalu lama tertawa.
Jonghyun terdiam, masih betah menatap wajah key yang sedang
tertawa lepas. Berusaha mencerna penjelasan yang key berikan. Tiba-tiba
wajahnya memerah karena malu dan kembali menunduk. Key yang menyadari perubahan
sikap jonghyun segera berhenti tertawa, dan menatap lekat kearah jonghyun.
“Apa kau marah? Mianhae, aku tak bermaksud meledekmu” ucap
key, ikut menunduk merasa bersalah.
“Anni, lupakan saja. Baiklah aku akan pergi membelikanmu
pakaian baru” ucap jonghyun sembari berdiri dan mengambil jaket kulit yang
tergeletak di atas tempat tidurnya. Barjalan menuju pintu, dan memutar knop
hendak keluar hingga suara key menghentikan langkahnya.
“Belikan aku baju warna pink” ucap key dari arah dalam.
“MWO??” teriak jonghyun tak percaya O.O
**********
Jonghyun POV
“Apa-apaan ini? Dia memintaku pergi membeli baju warna pink?
Bagaimana bisa seorang namja menyukai warna feminim seperti itu?”
Kulangkahkan kaki ku memasuki sebuah mall, menelusuri stand2
pakaian yang beragam. Jujur saja aku mencari stand yang menjual pakaian
berlabel ”ekonomis”. Aku harus mengirit pengeluaranku, bagaimana tidak? uang
tabunganku terkuras banyak sejak namja kucing itu tinggal bersama ku. Seperti
tadi, ketika dia meminta dibelikan baju baru. Dan sialnya, aku tak pernah bisa
menolak permintaannya. Beberapa saat berjalan akhirnya kaki ku berhenti pada
sebuah stand yang tak cukup besar tapi aku rasa pakaiannya cukup bagus. Kuamati
beberapa pakaian yang terpajang di etalase, hingga menemukan sebuah kaos
bermotif 2 hewan yang sangat familiar bagiku. Motif kucing dan anjing,
mengingatkanku pada kejadian kemarin malam. . .
>Flashback on<
“Bagaimana apa ramen buatanku enak?” tanya jonghyun setelah
key selesai memakan ramen, tak lupa ia meneguk habis kuah ramen dalam panci,
tak menyisakan sedikitpun untuk jonghyun makan.
“Lumayan” jawab key datar, sambil mengelap sudut bibirnya
yang basah karena kuah ramen yang ia minum.
“Ck, menyebalkan. Kau bilang lumayan? Tapi kau menghabiskannya
tanpa bersisa sedikitpun” gerutu jonghyun sembari bangkit dan membawa serta
panci kotor itu kedapur.
Sesaat kemudian jonghyun keluar dari dapur, kemudian ia
beranjak duduk di tepian ranjang melihat acara televisi sebentar. Merasa tak
ada acara yang menarik kemudian ia mematikan televisi, dan berbaring di atas
kasurnya hendak menuju alam mimpi.
“Yak kau! Kenapa membiarkan ku sendiri huh!” bentak key
dengan tangan masih terborgol di kursi, menatap jonghyun yang tengah berusaha
memejamkan matanya.
“Kau itu berisik sekali, aku lelah, aku ingin tidur” jawab
jonghyun memutar posisi tidurnya hingga kini membelakangi key, tak lupa menutup
telinganya dengan salah satu bantal disampingnya yang menganggur.
“Apa kau akan membiarkanku tidur dengan posisi seperti ini?
Aku lelah, tanganku juga sakit” ucap key memelas.
“Apa bedanya, kemarin kau juga tertidur dengan posisi seperti
itu” jawab jonghyun malas, tak berniat menanggapi ucapan key lebih lanjut.
“Hiks. .kau kejam. .hiks. .hiks. .” akhirnya key mengeluarkan
jurus pamungkasnya, berpura-pura menangis untuk menarik perhatian jonghyun yang
seolah tak peduli padanya.
Jonghyun dapat mendengar suara tangis key, tapi ia berusaha
tak peduli. Hingga beberapa menit kemudian ia merasa jenggah karena key tak
kunjung diam malah semakin keras menangis.
“Akh, baiklah. Apa mau mu sekarang?” tanya jonghyun jengkel,
bangkit dari tidurnya dan berjalan mendekat kearah key.
“Aku juga ingin tidur di ranjang sepertimu” jawab key polos.
“Mwo?? Lalu aku tidur dimana? Apa kau ingin aku tidur
dilantai di udara sedingin ini?” tanya jonghyun tak percaya dengan permintaan
namja cantik itu.
“Aku tak menyuruhmu untuk tidur di lantai. Kita bisa tidur
bersama” jawab key tanpa beban.
“MWO?? Apa kau sudah gila? Sangat disayangkan bila namja
cantik seperti mu gila eoh” ucap jonghyun sambil menatap horor key.
“Kau bahkan mengakui kecantikanku. lalu apa ruginya untuk mu
tidur bersama namja cantik sepertiku?’ tanya key dengan angkuhnya.
Jonghyun terdiam, berusaha mencerna maksud perkataan key.
Tapi ada benarnya, ia tak akan rugi bila tidur bersama key. Toh namja lemah
sepertinya tak mungkin melakukan perlawanan padanya.
“Baiklah, kau bisa tidur diranjang. Lalu apa jaminannya? kau
bisa saja berusaha melarikan diri saat ku tengah tertidur” ucap jonghyun sambil
duduk dihadapan key.
“Kau bisa memborgol tanganku dengan tanganmu, jadi ketika aku
berusaha melarikan diri, sudah pasti aku akan membawa serta dirimu” jawab key
jutek, merasa jengah dengan kebodohan jonghyun.
“Dasar namja menyebalkan” ucap jonghyun sambil melepas borgol
di kursi dan memasangkan ditangannya sendiri. Kini ia dan key terikat dalam
satu borgol.
**********
Saat ini jonghyun dan key sedang berbaring dalam satu
ranjang, mereka tidur saling
memunggungi. Hingga beberapa waktu, suasana menjadi hening. Hanya
terdengar suara jarum jam dan hembusan nafas jonghyun yang tak beraturan
(mendengkur). Key merasa terusik, tak henti-hentinya ia merubah posisi tidurnya
agar lebih nyaman. Tapi matanya tak kunjung terpejam.
“Kau sudah tidur?” tanya key berbaring menghadap punggung
jonghyun.
Tik. .tok. .tik. .tok. .tik. .tok *suara jarum jam.
Suasana hening kembali. Merasa tak ada jawaban, key pun
mengguncang-guncang tubuh jonghyun dengan kuat, berusaha membangunkannya.
“Yak bangun! Jangan tinggalkan aku sendirian!” rengek key,
masih mengguncang tubuh kekar jonghyun.
Merasa tidurnya terusik jonghyun pun kembali membuka matanya,
walau sebagian. Ia benar-benar lelah hari ini, karena ulah namja cantik yang
tidur disampingnya saat ini.
“Kenapa kau mengganggu tidurku? Bukankah kau sudah
mendapatkan apa mau mu eum?” ucap jonghyun terlihat seperti orang mengigau.
“Nyanyikan aku sebuah lagu, agar aku bisa tertidur” rengek
key, memukul-mukul pungung jonghyun keras.
“Kau seperti anak kecil! Apa waktu kecil kau tak pernah
dinyanyikan oleh eomma mu huh?!” bentak jonghyun yang kini telah membuka mata
sepenuhnya dan berbalik berbaring menghadap key.
Key telonjak kaget, dan suasana pun mendadak hening. .
“Aku yatim piatu. Sejak kecil aku tinggal dipanti asuhan, dan
tak pernah mengenal kedua orang tuaku” jawab key lirih, kini bulir-bulir air
mata telah menggenang dalam pelupuk matanya yang indah.
Jonghyun terhenyak. Dipandangnya wajah key yang memerah
menahan tangis. Jonghyun pun merasa iba dengan key, entah mengapa hatinya ikut
merasa sakit ketika mendengar kenyataan bahwa key adalah anak yatim-piatu.
Seolah membuka luka lama di hatinya, sewaktu sang ayah pergi mencampakan ibunya
yang saat itu sakit-sakitan. Dan di usia yang masih sangat kecil, ia harus
kehilangan ibunya karena tak punya cukup uang untuk membawanya berobat. Itulah
alasan utama kenapa pribadi jonghyun terbentuk menjadi keras.
“Baiklah, aku akan bernyanyi untukmu. Tapi kau harus berhenti
menangis ne?!” ucap jonghyun sambil menyeka air mata yang jatuh di permukaan
wajah key. Mendadak tubuh key menegang. Diamatinya wajah jonghyun yang hanya
berjarak beberapa centi dari wajahnya. Jonghyun yang menyadari reaksi dari
perbuatannya segera menjauhkan tangannya dari wajah key dan berusaha memandang
kearah lain, menghindari tatapan tajam key.
“Apa wajahku sangat tampan?” tanya jonghyun basa-basi
berusaha menyembunyikan kegugupannya.
Key tersadar dari lamunan sesaatnya. Kini wajahnya bersemu
merah entah malu atau apa tak jelas. Ia segera mengalihkan pandangannya kearah
lain, sama seperti jonghyun.
“Anni, aku tadi hanya merasa wajahmu sangat mirip dengan
makhluk purba” key mencoba menyangkal dengan kalimat seadanya yang terlintas
dipikirannya.
“Makhluk purba?? Dinosaurus maksud mu?” tanya jonghyun tak
percaya dengan apa yang barusan didengarnya.
“Ne, kau mirip dengan mereka. Dan kau punya mata seperti
seekor anak anjing. Kekeke” jelas key dengan wajah polos, kini wajahnya
terlihat ceria seakan lupa untuk beberapa saat tadi ia menangis.
“Huh, kau pikir kau tidak? kau juga mirip dengan kucing!”
ledek jonghyun tak mau kalah, jengkel dengan kelakuan namja cantik itu.
“Benarkah? Itu artinya aku sangat imut, benar begitukan??”
tanya key dengan mata berbinar seolah senang mendengar pujian (?) dari
jonghyun.
“Ck, selain itu kucing juga binatang yang sangat manja dan
berisik persis seperti mu” ucap jonghyun lagi, bertambah kesal karena key tak
juga paham kalau dia sedang disindir.
“Baiklah cepat tutup mata mu” ucap jonghyun kemudian,
mengubah posisi tidurnya menjadi menatap langit-langit kamar. Beberapa saat kemudian
ia mulai memejamkan mata dan terdengarlah lantunan suara merdunya sebagai
penghantar tidur key. Keduanya pun secara bersamaan menutup mata, hingga
beberapa waktu suasana kembali hening. Mungkinkah sudah tertidur?? Hingga perlahan
key membuka matanya kembali, memandang wajah tampan jonghyun, dan kemudian
seulas senyum tulus terhias dibibirnya yang indah.
>Flashback off<
Kuputuskan untuk membeli kaos bergambar anjing dan kucing
itu. Segera ku hampiri yeoja yang berdiri tak jauh dari etalase.
“Permisi, aku ingin membeli baju itu. Tapi bisakah kau
mencarikan yang berwarna pink untuk ku” ucap jonghyun sambil menunjuk sebuah
kaos yang terpajang di etalase. Suaranya sedikit ia pelankan karena merasa malu
harus membeli baju berwarna pink, yang identik dengan kelembutan. Padahal saat
ini penampilannya seperti seorang preman, celana jeans belel yang sobek-sobek
di beberapa bagian, di padu dengan kaos dan jaket kulit. Yeoja itu sedikit
terkejut, sesaat kemudian memandang jonghyun dari atas sampai bawah dan
tersenyum penuh arti.
“Baiklah tuan, tunggu sebentar. Akan aku carikan” ucap yeoja
itu tersenyum ramah.
Jonghyun tak menjawab, hanya sebuah anggukan kepala pertanda
ia mengerti. Ia menundukan kepala, wajahnya terasa panas karena malu yang luar
biasa. Dari sudut matanya, ia bisa melihat kalau yeoja tadi membicarakannya
dengan beberapa temannya yang lain, dan sudah tentu mereka semua tersenyum
penuh arti pada jonghyun.
“Awas saja kau key, beraninya kau mengerjaiku” ucap jonghyun
geram.
**********
Sepeninggal jonghyun, key hanya diam. Sesekali mengganti
chanel televisi, mencari acara yang menarik. Tapi sepertinya key mulai bosan.
Ia mengendarkan pandangannya pada setiap sudut rumah jonghyun yang tak terlalu
besar. Berantakan. Itu hal pertama yang terlintas di benak key melihat kondisi
rumah jonghyun. Key menghela nafas. Lalu ia merebahkan kepalanya pada sandaran
kursi. Mendadak ia merasa haus, segera ia pendarkan pandangannya kearah meja
yang hanya berjarak 1.5 meter darinya, diatasnya ada sebuah botol air mineral.
Tapi tiba-tiba pandangannya menangkap sebuah hal janggal. . .
“Kunci??” key bergumam, dahinya mengkerut, seolah kaget
dengan apa yang dilihatnya.
“Bukankah itu kunci borgol??” ucap key kemudian, setelah
beberapa saat menajamkan indera penglihatannya, berusaha meyakinkan. Ia berdiri
dan mencoba meraih keberadaan kunci tersebut, tapi tangannya tak cukup untuk
menjangkau. Tak habis akal, key meraih sebuah kemoceng untuk mengambilnya.
Benar saja kini kunci itu terjatuh di lantai, berdekatan dengan kakinya. Dengan
segera key mengambilnya, di amatinya benda itu dengan seksama.
“Bagaimana bisa dinosaurus bodoh itu meninggalkan benda
sepenting ini di sembarang tempat??” bingung key, kemudian sebuah seringaian
kecil nampak dari bibir indahnya.
**********
TBC
Akhirnya nemu ff jongkey yang baru juga huhu
BalasHapusseru ceritanya, itu jonghyun salah nyulik orang ya? Key tuh siapanya minho? temennya, sepupunya apa kakaknya?? Lanjuuuuttttt
Akirnya ada jg yg coment, jd smngat buat lnjutin. .mksih chingu :)
BalasHapus